
Hobi99, Tuban - Pemenggal dan pembunuh kakak kandung, Jamiin (50) warga Tuban, pernah mendapat perawatan di RS Jiwa Menur Surabaya. Pelaku warga Dusun Kayunan, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, diduga stres lantaran kondisi ekonominya terpuruk.
BandarQ - AgentBandarQ - Poker
Jamiin dibawa ke RS Jiwa Menur 6 bulan lalu dan mendapat perawatan selama sepekan. Karena kondisinya membaik, korban akhirnya dibawa pulang.
"Iya dia stres dan pernah dibawa ke RS Jiwa Menur. Yang bawa ke rumah sakit dan mencarikan obat alternatif ya kakaknya itu, tapi sekarang sudah meninggal," kata Mbak Sih, sepupu pelaku saat ditemui detikcom di depan rumah duka, Desa Sumurcinde, Rabu (8/11/2017).
BandarQ - AgentBandarQ - Poker
Mbak Sih mengaku mental pelaku yang mengalami gangguan itu diduga lantaran kondisi ekonominya tak kunjung membaik beberapa tahun. Bapak tiga anak itu sehari-harinya hanya buruh tani.

"Sehari-hari ya buruh tani. Ekonominya sangat pas-pasan. Apalagi 3 anaknya belum bekerja dan belum menikah," tambah Mbak Sih.
BandarQ - AgentBandarQ - Poker
Saat ditanya kronologi kejadian, sepupu pelaku ini mengaku tidak tahu. Namun yang pasti, warga di sekitar lokasi mengetahui jika kakak korban aktif memberikan obat untuk diminumkan adiknya.
"Keluarga dan istrinya ada di rumah mertua pelaku, karena akan tahlilan 7 hari wafat ibu mertuanya. Nah mungkin karena sepi, pelaku yang mungkin sedang kumat langsung membabi buta membunuh korban," tambahnya.
BandarQ - AgentBandarQ - Poker
Saat kepala kakak korban, Jamiran (53) dibawa bersamaan kepala kambing yang sedianya akan disembelih hari ini, tubuhnya ada di rumah pelaku.
"Jadi badan kakaknya ada di rumah Jamiin, sedang kepalanya ditenteng kemana-mana dan darah ada dimana-mana. Kami semua kaget dan menjerit. Terus polisi datang mengamankan Jamiin," jelasnya.
![]() |
| HOBI99 |




No comments:
Post a Comment